17 March 2011

CINTA


Malam kian membunuhku, ketika tak satu kata pun muncul untuk dijadikan sebuah cerpen memenuhi tugas Ibu Kristy dalam mata kuliah creative writing. Lama aku tepaku di depan komputer, hingga seseorang menyapaku di Yahoo! Messenger. Baiklah, sekarang aku memiliki cerita dan pemikiran yang dapat kubagi kepadamu. Tapi ingat yah, ini rahasia antara kamu dan aku. Jangan bilang siapa-siapa!
Ini tentang orang yang kucintai. Niko Pramestadewa, seorang senior tampan yang ada di kampusku. Diam-diam aku menaruh hati padanya. Tapi, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, karena sekarang ia sudah punya “monyet.”. Barusan, ia menyapaku.
Niko Pramestadewa : Hai..lo lagi sibuk ngga Nel?
Nella Santika : ngga kok,cuma lagi mikirin ide buat bikin cerpen, knapa Nik?”
Niko Pramestadewa : Em, gue ngga ganggu nih?
Nella Santika : nggaa. Kenapa sih? Kayanya serius amat?
(aku berusaha menahan degup jantungku yang kegirangan, seperti bola yang terus melonjak-lonjak.)
Niko Pramestadewa : gue pengen cerita tentang Melly.
(Oh My God! Tentang si monyet itu!)
Nella Santika : iyah, kenapa lagi sama Melly? Berantem?
Niko Pramestadewa : Hmm, lo tau Nel, gue sering cerita kalo gue sayang banget sama Melly, gue rela ngelakuin apa aja buat dia,
(Ah! Aku benci kata-kata ini, buru-buru kupotong kalimatnya.)
Nella Santika : Ya, jadi intinya apa Nik?
(kutunggu balasannya. Detik-detik yang membosankan.)
Niko Pramestadewa : Cewe gue selingkuh Nel, dan lo tau sama siapa? sama kakak gue!
(Hah?! Aku terperanjat tak percaya. Melly sama Egi? Tega banget mereka.)
Nella Santika : Ga mungkin Nik, lo pasti bohong!
Niko Pramestadewa : Bener Nel, buat apa gue bohong? Masalah kaya gini masa dibuat bercanda?
(aku menelan ludah. Di satu sisi aku senang karena hal ini tentu akan membuka peluang besar bagiku untuk dekat dengan Niko. Tapi di satu sisi lagi, hatiku mengumpat Melly. Gila yah tu cewe, seenaknya maenin perasaan cowo yang gue sayang!.)
Ijinkan aku bernostalgia sejenak. Dua bulan yang lalu, aku tahu kalau Niko jatuh hati pada Melly. Sakit rasanya. Tapi aku rajam hatiku. Kutancapkan prinsip dalam-dalam, bahwa cinta tak harus memiliki dan membuat orang yang kucintai bahagia adalah cara mencintai yang sesungguhnya. Kamu tahu apa yang aku lakukan setelah itu? Ya! Aku menjadi penghubung antara Melly -teman sekelasku- dengan Niko. Jujur kuakui bahwa saat itu aku hancur, tapi berusaha tetap berdiri dan menahan perasaan ini hingga terbiasa.
Tapi kali ini aku sungguh tak terima. Kebahagiaanku akan retaknya hubungan mereka, ternyata dikalahkan oleh perasaan sedih yang mendalam. Hati ini rasanya nyeri. Sakit yang tiba-tiba datang dan tak mau hilang. Tak terasa air mataku sudah menetes. Aku ikut terluka. Aku berharap bisa memeluknya, menghilangkan kepedihannya. Namun apa daya, ingin memeluk gunung, tapi tangan tak sampai. Ia bukan milikku dan aku tak berhak melakukan itu.
Buzz dari Niko membuyarkan lamunanku.
Niko Pramestadewa : Nell?? Kok ga dijawab2?
Nella Santika : Eh iya, sori, tadi abis ngerjain tugas
(sedikit berbohong itu ternyata kadang-kadang sangat diperlukan, pikirku sembari menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh itu)
Nella Santika : Lo tau darimana Nik? Cuma gossip kali.
(Aku mencoba menenangkan Niko, sekaligus menenangkan perasaanku sendiri)
Niko Pramestadewa : Engga Nel, mereka berdua tadi jujur sama gue. Lo tau Nel, ternyata selama ini gue cuma jadi batu loncatan Melly buat deket sama kakak gue. Katanya dia butuh cowo yang bisa lebih perhatian sama dia. Gue ngerasa dunia gue ancur Nel. Gue sayang sama Melly, gue juga sayang sama kakak gue. Gue ngerasa kalo gue ga punya siapa-siapa lagi. Gue ga punya orang yang bisa gue percaya lagi.
(Aku terdiam, apa yang Niko alami, sebenarnya sama denganku. Mengharapkan orang yang dicintai balas mencintai. Tapi sayang, apa yang terjadi tak sesuai dengan keinginan kita.)
Nella Santika : Nik, jangan mikir gitu donk! lo masih punya gue.. Gue bakal selalu ada buat lo.. Gue sayang sama lo.
(Aku menarik napas lega. Setelah sekian lama aku berharap bisa mengucapkan kalimat ini, akhirnya sekarang bisa terealisasikan. Walaupun ia pasti menganggap sayangku itu sebatas teman)
Nella Santika: Buat apa lo pertahanin orang yang udah jelas-jelas ngaku kalo dia ngga suka sama lo? Kalo lo bener-bener sayang sama dia, relain aja dia pergi. Toh nanti dia bakalan bertrimakasih juga sama lo buat apa yang lo lakuin.
(Shit! Ini mah gue nasehatin diri gue sendiri!)
Nella santika : Yang harus lo inget, lo ngga sendirian Nik! Ada gue dan masi banyak orang-orang yang sayang dan peduli sama lo.
Niko Pramestadewa : tapi Nel..
Nella Santika : Ga ada tapi-tapi Nik, hidup lo harus terus lanjut, dan gue ngga mau ngeliat lo sedih lagi, karena gue bakal ikutan sedih juga. Janji ya lo ga bakal sedih lagi!
Niko Pramestadewa : Iya Nel, gue usahain. makasi ya buat nasehat lo. Makasi karena lo selalu ada buat gue.
Nella Santika : Iya Nik, sama-sama.
(Aduh Nik!, lo tuh ngga tau apa kalo gue suka sama lu? Gue CINTA sama lo!!)
Niko Pramestadewa : Lo emang sahabat gue yang paling bae Nel
Nella Santika : Sahabat?
Niko Pramestadewa : Iya sahabat. Gue udah anggep lo lebih dari temen gue.
(Yaah, cuma sahabat dan akan selalu sahabat. Kusembunyikan perasaanku dan tak mau terlihat sedih)
Nella Santika : Okeh, sip2..Thx juga karena lo udah percaya buat cerita sama gue.
Niko Pramestadewa : sama-sama Nel, gue off dulu yah. Mau tenangin pikiran dulu.
Nella Santika : Ya uda, inget ya kata-kata gue. Lo masih punya banyak temen yang sayang en pduli sama lo. Satu lagi, mencintai ngga harus memiliki.
(Akirnya prinsipku terlontar juga buat dia.)
Niko Pramestadewa : Oke,Thx ya Nel.
Niko Pramestadewa has signed out.
Huh.
Balik lagi aku sendiri, ditemani komputer yang daritadi terbuka program Microsoft Word nya. Kini pikiranku melayang memikirkan tentang satu kata, Cinta. Katanya cinta itu indah. Tapi mengapa banyak orang bersedih hanya karena mencintai? Apakah keindahan cinta itu semu, dan indahnya hanya dapat dialami oleh orang yang munafik dan main curang?
Hey, kamu yang disana. Ya, kamu! Tolong bantu aku merumuskan apa yang disebut dengan cinta oleh kebanyakan orang. Karena aku hampir tidak percaya akan adanya cinta yang membahagiakan. Tunjukkan padaku bahwa cinta itu ada, karena aku mulai lelah percaya akan keberadaan cinta.

28 Maret 2010


Picture: http://www.deviantart.com/#/d3b5htl


Note:
Cerpen ini akirnya dapet nilai 80 dari Ibu Kristy :)
Dan yang ngga pernah gue ungkap adalah sebenernya cerpen ini terispirasi sekali sama cintanya Katarina Siena dan perhatiannya Theresia Agustina, makasi teman-teman :)

2 comments:

This.Is.Art said...

ih ceritanya so swit deh,, walopun gw ga ngerti which part of me inspired this story,, haha

Angel said...

hahha,, pokonya kamu yang memberi inspirasi :) asiiikk..