17 August 2018

Sendiri

Melipir ke sudut ruang gelap di tengah malam,
Tempat isak tangis tak bisa berhenti.
Air mata tak dapat lagi di bendung.

Suara-suara bising di kepalanya tak bisa lagi ia tenangkan.
bergelut dengan batinnya dan mengalahkan akal sehatnya.

Malam panjang yang dilewati sendiri.
Perasaan kesepian yang sungguh menyiksa.
Benar-benar sendiri.
Hanya ia dan pikirannya yang semakin kacau.

Karena itu ia ingin egois.
Ingin tetap sendiri.

Meski pagi terbangun dengan hati pilu.
Memaafkan bukan hal yang sulit.

Tapi kali ini ia ingin egois.
Ingin tetap sendiri.

0 comments: